Mohamed yang juga penanggung jawab pemberantasan terorisme diserang saat pelaku mendekati dirinya, Kamis sore (27/8/2009). Saat itu, Mohamed sedang menerima tamu untuk melakukan buka puasa bersama. Tidak ada korban jiwa dari penyerangan itu selain pelaku bom bunuh diri tersebut.
"Pemerintah Saudi dengan bantuan AS, berhasil melaksanakan program deradikalisasi. Bulan lalu mereka menangkap 40 tersangka teroris, namun satu di antaranya meledakkan diri -- dengan bahan peledak disembunyikan di rektum (anus) -- dalam upaya pembunuhan pada Pangeran Mohammed bin Nayef," lapor The Guardian, 10 September lalu.
Sedangkan artikel di Newsweek akhir September menyatakan, menyembunyikan bahan peledak di anus merupakan modus baru dengan tujuan agar tidak terdeteksi detektor metal.
Terkait trik baru menyembunyikan bahan peledak di anus, apakah hal serupa dilakukan oleh teroris yang beroperasi di Indonesia? Pertanyaan ini muncul menyusul pernyataan ahli forensi dr Mun'im Idris bahwa ada kelainan di jasad Noordin M Top. Dikatakannya, ada bentuk corong di dubur Noordin, yang menandakan ada kebiasaan disodomi. (nrl/iy)


0 comments: