untitled..
Hatiku..
Maafkan akoe…
Untuk yang kesekian kalinya…
Aku selalu mengabaikanmu..
Karena menuruti keegoisan "raga"ku..
Aku ngga bisa bohong..
Mataku masih saja ingin menatap indah tatapannya..
Walau hanya dari sebuah foto tua di dalam kotak kenangan itu..
Telingaku masih saja ingin mendengar merdu suaranya..
Walau hanya dari deretan kata2 yang masih terngiang dari benakku..
Tanganku masih saja ingin membuka lembar demi lembar buku kecil tua itu..
Yang menuliskan kalimat demi kalimat kenanganku bersamanya..
Pikiranku masih saja berputar2..
selalu tentang dirinya..
Semua tentangnya…
Bibirku masih saja…
Selalu ingin mengucap namanya..
Ooh hatiku..
Maafkan akoe..
Aku tak pernah memikirkan bahwa ini semua akan menyakitimu..
Setiap aku memandang wajah itu..
Mengenang cerita saat bersamanya..
Aku tahu engkau terluka..
Engkau ingin menepis dirinya jauh darimu..
Semua tentangnya..
Namun demi aku.. "raga" ini..
Engkau rela.. meski sebagian dirimu terluka..
Hatiku..
Maafkan akoe..
Maafkan akoe…
Untuk yang kesekian kalinya…
Aku selalu mengabaikanmu..
Karena menuruti keegoisan "raga"ku..
Aku ngga bisa bohong..
Mataku masih saja ingin menatap indah tatapannya..
Walau hanya dari sebuah foto tua di dalam kotak kenangan itu..
Telingaku masih saja ingin mendengar merdu suaranya..
Walau hanya dari deretan kata2 yang masih terngiang dari benakku..
Tanganku masih saja ingin membuka lembar demi lembar buku kecil tua itu..
Yang menuliskan kalimat demi kalimat kenanganku bersamanya..
Pikiranku masih saja berputar2..
selalu tentang dirinya..
Semua tentangnya…
Bibirku masih saja…
Selalu ingin mengucap namanya..
Ooh hatiku..
Maafkan akoe..
Aku tak pernah memikirkan bahwa ini semua akan menyakitimu..
Setiap aku memandang wajah itu..
Mengenang cerita saat bersamanya..
Aku tahu engkau terluka..
Engkau ingin menepis dirinya jauh darimu..
Semua tentangnya..
Namun demi aku.. "raga" ini..
Engkau rela.. meski sebagian dirimu terluka..
Hatiku..
Maafkan akoe..


0 comments: